0

Aji comeback to Green Force

RiE Tuesday, August 10, 2010



Loyalitas Aji Santoso kepada Persebaya Surabaya patut diacungi jempol. Meski Bajul Ijo terdegradasi ke Divisi Utama, Aji siap membesut tim yang pernah ia antarkan sebagai juara Liga Indonesia tahun 1997 lalu.

Kepada wartawan, Senin (9/8/2010) Aji mengungkapkan keinginannya untuk menjadi arsitek Persebaya. Asalkan tim yang identik dengan warna hijau ini harus mempunyai target serius, yakni kembali ke Superliga.

Selain pernah mengantarkan Persebaya juara, Aji adalah sosok yang mengantarkan Andik Vermansyah cs mengalahkan PSMS Medan dalam baak playoff. "Saya juga turut prihatin dengan kondisi Persebaya saat ini. Mudah-mudahan pengurus dan manajemen tetap tegar," katanya.

Aji sendiri baru pulang dari Spanyol dalam rangka memantabkan ilmu kepelatihannya. Selain menginginkan target jelas, Aji juga mampunyai satu syarat lainnya, yakni pengurus harus mempertahankan pemain muda macam, Taufiq dan Andik Vermansah. "Mereka sebenarnya mempunyai potensi yang belum sepenuhnya tergali," ungkapnya.

Untuk itu dia sangat berharap Andik dan Taufiq tetap bertahan. "Biar matang lebih dulu di Persebaya," tutup mantan salah satu pemain terbaik Timnas Indonesia ini.


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
0

Big Sale Persebaya

RiE


Kepastian Persebaya Surabaya terdegradasi dari Indonesia Super League (ISL) ke Divisi Utama mulai berdampak ke para pemain. Melalui manajernya, Gede Widiade, tim Bajul Ijo dikatakan siap melakukan cuci gudang.

Para pemain yang ingin pergi dari klub dipersilahkan. Apalagi kontrak mereka bersama Persebaya habis pada akhir musim kompetisi ISL.

"Pemain kami menyikapi dengan profesional (soal degradasi). Kami persilahkan kalau (pemain) mau hengkang, terserah pemain," kata Gede pada VIVAnews, Senin 9 Agustus 2010.

Meski demikian, tambah Gede, akan ada beberapa evaluasi yang dilakukan klub untuk para punggawanya. Siapa saja yang dipertahankan atau pun dilepas akan disesuaikan dengan kebutuhan klub.

"Tapi kalau memang mereka mau pergi, kami tak masalah," ujarnya.

Persebaya turun kasta setelah dinyatakan kalah Walk Out (WO) dari Persik Kediri, setelah tidak hadir dalam laga replay yang digelar di Stadion Jakabaring, Palembang, Minggu 8 Agustus 2010.

Hasil ini membuat Persebaya menyusul jejak Persitara Jakarta Utara dan Persik ke Divisi Utama. Sedangkan klub yang lolos untuk Play Off Pelita Jaya.

Di klasemen akhir Pelita tetap di posisi ke-15 dengan 39 poin. Sedangkan Persebaya turun ke posisi ke-17 (36) tepat di bawah Persik (39). Atas absennya Persebaya di laga replay diakui CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono menjadi urusan Komisi Disiplin (Komdis)

"Kita tunggu saja (dipanggil Komdis). Tapi kalau memang dipanggil hak saya sebagai untuk datang atau tidak," kata Gede.


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
0

Semoga Selamat Dunia Akhirat

RiE


Persebaya Surabaya dipastikan terdegradasi ke Divisi Utama. Tim Bajul Ijo kalah walk out (WO) dalam partai ulang melawan Persik Kediri, Minggu 8 Agustus 2010. Demikian pula halnya dengan Persik. Kemenangan WO 3-0 atas Bajul Ijo belum cukup untuk menngangkat mereka ke play off.

Terlemparnya Persebaya dan Persik dari Indonesia Super League (ISL) memberikan keuntungan untuk Pelita. Pasalnya dengan begitu Pelita punya kesempatan mempertahankan posisinya di ISL. Namun dengan catatan menang atas Persiram Raja Ampat di babak Play off, Selasa 10 Agustus 2010.

Persebaya merasa pasrah dengan kenyataan. Manajer tim Bajul Ijo Gede Widiade menerima dengan lapang nasib mereka yang degradasi.

"Saya tidak bicara siapa pun yang diuntungkan. Semoga semua selamat dunia akhirat," kata Gede.

Manajemen Persebaya sebelumnya sudah keberatan dengan jadwal 8 Agustus ini. Pasalnya sudah tiga kali jadwal terus-terusan diundur karena masalah perizinan. Ditambah lagi Persebaya sempat dinyatakan menang 3-0 karena Persik dianggap gagal menggelar pertandingan. Kini, semuanya sudah berubah 180 derajat.

"Apa mau dikata, kami pasrah saja," kata Gede lagi.

Sementara itu kubu Pelita Jaya tak mau banyak mengomentari hal-hal diluar persiapan mereka menuju plat off.

"Kami tidak mengharap keuntungan sana-sini. Kami hanya mengikuti aturan yang ada kok," kata Nadjib Koesairi, asisten manajer Pelita, pada VIVAnews, Senin 9 Agustus 2010.

"Dari awal kami sudah siap untuk degradasi dan siap untuk play off," tambahnya.


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
0

Persebaya Kecam Keras CEO PT Liga Indonesia

RiE


Pernyataan CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono yang memvonis Persebaya terdegradasi karena tidak datang di laga tunda melawan Persik Kediri di Jakabaring, Palembang, Minggu 8 Agustus 2010 dicemooh keras oleh Manajer Persebaya, I Gede Widiade.

Dihubungi via handphone miliknya, Gede berkomentar, yang berhak mengeluarkan hukuman adalah PSSI. Sejak awal, pihaknya merasa Persebaya dizholimi.

"Ini untuk kedua kalinya Persebaya dizholimi. Pertama di Kediri, dan kali ini muncul pernyataan seperti itu. Kita semua tahu yang punya kewenangan menjatuhkan sangsi adalah PSSI," kata Gede kepada VIVAnews, Minggu 8 Agustus 2010. 

Ditambahkan, tidak datangnya Persebaya karena ada alasan kuat. Salah satunya karena Liga Indonesia tidak lagi bisa berpijak pada keputusan yang benar. Menurutnya, di Kediri Persebaya jelas berada di posisi menang, karena panitia tidak bisa menggelar pertandingan.

Tetapi, oleh LI hal itu diacuhkan dan sangat merugikan Persebaya. Gede menambahkan, semua persoalan seharusnya sudah selesai di Kediri, kalau saja LI mengerti aturan persepakbolaan. 

"Siapa yang bisa menjamin jika Persebaya datang ke Palembang pertandingan akan digelar? Peristiwa Kediri saja tidak diselesaikan dengan baik. Jadi, menurut saya percuma Persebaya datang ke sana kalau penegakan aturan tidak dijalankan dengan benar. Sudah jauh dan yang pasti hanya buang-buang ongkos," pungkasnya.


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
 
Copyright 2010 Bonek Clothing